Tes: Apakah Kamu Seorang People Pleaser?
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya adalah seorang people pleaser, yaitu seseorang yang terlalu berusaha menyenangkan semua orang meski harus mengorbankan diri sendiri. Hal ini sering muncul pada remaja dan ibu-ibu muda yang berada di fase hidup penuh tuntutan sosial.
Sahabasya, jika kamu sering merasa tidak enak menolak, takut mengecewakan, atau selalu mengutamakan kebutuhan orang lain dibanding dirimu sendiri, artikel ini akan membantumu mengetahui apakah kamu termasuk dalam kategori tersebut.
Tes ini dirancang agar kamu bisa lebih memahami dirimu, mengenali pola perilaku yang mungkin merugikan kesehatan mental, dan menemukan langkah awal untuk membangun batasan yang sehat.
Apa Itu People Pleaser?
Sebelum masuk ke tes, kita perlu memahami dulu konsep people pleaser. Istilah ini menggambarkan seseorang yang merasa harus selalu berkata “ya”, takut membuat orang kecewa, serta menempatkan kebahagiaan orang lain jauh di atas kebutuhannya sendiri.
Menurut Journal of Personality and Social Psychology, perilaku ini sering muncul karena keinginan mendapatkan penerimaan sosial, pengalaman masa kecil yang membentuk kebutuhan akan validasi, atau rasa takut menghadapi konflik.
![]() |
| Apakah Kamu Seorang People Pleaser? |
Menjadi baik kepada orang lain adalah hal yang positif. Tapi jika sampai kehilangan diri sendiri, itu bisa menjadi masalah. Baca juga Cara Sehat Membuat Batasan Tanpa Merasa Bersalah.
Tes: Apakah Kamu Seorang People Pleaser?
Berikut adalah tes sederhana yang terdiri dari 12 pertanyaan. Jawablah dengan jujur menurut pengalamanmu selama 1–3 bulan terakhir.
Gunakan skala ini:
1 = Tidak Pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Hampir Selalu
1. Aku merasa tidak enak hati jika harus berkata “tidak”.
Berilah skor (1–5)
2. Aku sering menyetujui sesuatu meski sebenarnya tidak mau.
3. Aku takut jika keputusan atau tindakanku membuat orang lain kecewa.
4. Aku merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain.
5. Aku jarang memprioritaskan kebutuhanku sendiri.
6. Aku merasa cemas jika seseorang marah atau tidak suka kepadaku.
7. Aku sering merasa bersalah saat menolak permintaan orang.
8. Aku berusaha keras untuk menghindari konflik apa pun.
9. Aku merasa lega hanya jika semua orang senang, meskipun aku sendiri tidak nyaman.
10. Aku sering memberikan waktu, tenaga, atau bantuan meski aku sedang kelelahan.
11. Aku sulit mengungkapkan kebutuhan atau perasaanku karena takut merepotkan orang lain.
12. Aku merasa harus selalu tampil baik dan menyenangkan.
Cara Menghitung Skor
Tambahkan semua skor dari 12 pertanyaan di atas.
💛 12–24: Bukan People Pleaser
Kamu cukup seimbang dalam berhubungan dengan orang lain. Kamu bisa membantu tanpa mengorbankan diri sendiri. Pertahankan kemampuan ini dengan terus membangun batasan yang sehat.
🟡 25–40: Cenderung People Pleaser Ringan
Kamu memiliki kecenderungan untuk mendahulukan orang lain, tetapi masih dalam tahap yang bisa dikelola. Perhatikan momen ketika kamu merasa lelah atau terbebani, dan mulai belajar mengatakan “tidak” tanpa rasa bersalah.
🔴 41–60: Kamu Adalah People Pleaser
Kamu mungkin sering kelelahan, merasa tidak dihargai, dan sulit memahami apa yang kamu butuhkan. Pola ini bisa mempengaruhi kesehatan mental jika tidak disadari. Tenang, kamu bisa memperbaikinya dengan langkah-langkah yang akan kita bahas selanjutnya.
Mengapa Kita Bisa Menjadi People Pleaser?
Menjadi people pleaser bukan muncul begitu saja. Biasanya ada penyebab mendalam yang membentuknya. Bagian ini membantu kamu memahami akar perilaku tersebut.
1. Pola Asuh Masa Kecil
Jika sejak kecil sering diminta untuk selalu mengalah, tidak boleh membantah, atau harus membuat orang tua bangga, kamu bisa tumbuh menjadi seseorang yang bergantung pada validasi orang lain.
2. Takut Kehilangan Orang
Banyak people pleaser takut bahwa berkata “tidak” akan membuat hubungan berakhir. Padahal, hubungan yang sehat adalah hubungan yang tetap bisa menerima batasan.
3. Trauma atau Pengalaman Buruk
Beberapa orang belajar menyenangkan orang lain untuk menghindari konflik, pertengkaran, atau penolakan.
4. Ingin Dianggap Baik
Tampak baik itu menyenangkan. Tetapi jika itu membuatmu mengorbankan diri, kamu perlu meninjau ulang prioritasmu.
Dampak Menjadi People Pleaser Terhadap Kesehatan Mental
Banyak yang menganggap menjadi baik itu tidak salah. Tapi jika berlebihan, dampaknya bisa sangat besar.
1. Kelelahan Emosional
Kamu merasa lelah tanpa alasan jelas, karena energi terkuras untuk kebutuhan orang lain.
2. Kehilangan Identitas
Sulit tahu apa yang kamu suka atau inginkan, karena terbiasa mengikuti keinginan orang lain.
3. mengalami burnout
Kondisi ini umum terjadi pada ibu-ibu muda dan pekerja produktif yang sulit memberi diri mereka waktu istirahat.
4. Merasa Tidak Dihargai
Karena kamu selalu memberi, tetapi jarang menerima hal yang setara.
Cara Berhenti Menjadi People Pleaser Secara Perlahan
Kabar baiknya: perilaku ini bisa diubah. Kamu tidak harus berubah total dalam semalam, cukup mulai dari hal kecil.
1. Belajar Mengatakan “Tidak” Secara Sopan
Contoh kalimat: “Saat ini aku belum bisa ya.” “Maaf, aku lagi butuh waktu istirahat.”
2. Kenali Batasanmu
Buat daftar hal-hal yang membuatmu tidak nyaman. Dari situlah batasanmu terbentuk.
3. Perhatikan Pola Lelahmu
Jika kamu sering merasa kosong atau kewalahan setelah membantu seseorang, itu tanda batasannya perlu diperbaiki.
4. Jangan Berlebihan Menjelaskan
Penjelasan singkat justru lebih tegas dan dihargai.
5. Validasi Diri Sendiri
Kamu tidak harus membuat semua orang bahagia. Fokus pada apa yang kamu butuhkan.
Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional?
Jika perilaku people pleasing sudah merusak kualitas hidup, membuatmu sering cemas, atau memicu depresi ringan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog. Mereka dapat membantu mengenali pola dan memberi teknik komunikasi yang lebih sehat.
Jadi...
Mengetahui bahwa kamu seorang people pleaser bukanlah hal buruk. Ini adalah langkah awal untuk hidup lebih seimbang, lebih bahagia, dan lebih mengenal dirimu sendiri. Ingat, kamu berhak memiliki batasan dan tidak harus selalu menyenangkan semua orang.
Jika kamu sudah tahu skor tesmu, cobalah langkah-langkah kecil hari ini. Perubahan besar dimulai dari keputusan sederhana.
![]() |
| People Pleaser |


Posting Komentar untuk "Tes: Apakah Kamu Seorang People Pleaser?"